Ketika bicara tentang wanita idaman, ada satu wanita yang mungkin akan tampil menonjol dan Anda anggap sebagai “tipe Anda.”
Tidak,
saya tidak berbicara tentang Kate Upton (semua pria pasti mengidamkan
tipe seperti itu, bukan?) — yang saya maksud adalah ibu Anda.
Sebuah
studi terbaru di Finlandia yang dipublikasikan di “Evolutionary
Psychology” membandingkan fitur wajah pasangan setiap orang dengan fitur
orangtua lawan jenis. Para peneliti menemukan bahwa pria lebih mungkin
menikahi wanita yang terlihat seperti ibu mereka dibandingkan dengan
wanita yang menikah dengan pria yang mirip ayah mereka.
Secara alami, hal tersebut juga membuat ibu menjadi semacam model bagi calon pasangan sang pria.
Namun
apakah ketertarikan semacam ini lebih dalam daripada sekadar kemiripan
fisik? Hubungan seperti apa yang membuat Anda mengalami masalah ketika
mengencani orang yang mirip dengan ibu atau membuat Anda merasa mengidap
Oedipus Complex? Mari cari tahu.
Tanda-tanda Anda berkencan dengan seseorang yang mirip ibu Anda
Tentu
saja, jika seseorang mirip dengan ibu Anda, Anda akan mengetahui (atau
jika Anda tidak tahu, maka orang lain akan mengatakannya). Namun yang
paling penting, ada hal yang lebih menarik dibandingkan dengan hanya
tampilan fisik seseorang. “Akan menjadi penting untuk melihat hal-hal
selain fisik dan apa yang tampak di permukaan karena hal itu hanyalah
etalase belaka... apa yang ada ‘di dalam’ adalah hal yang membuat kita
tertarik pada seseorang,” ujar Deanna Bran, Ph.D., penulis “Reluctantly
Related”
Namun, jika Anda mencari kemiripan, perhatikan intonasi
suara pasangan Anda, bahasa tubuhnya, pilihan katanya, perilakunya,
bagaimana cara dia memperlakukan Anda, caranya memperlakukan orang lain,
sikapnya, cara Anda berperilaku ketika bersama dia (seperti menunjukkan
perilaku yang Anda lakukan saat bersama ibu Anda ketika Anda masih
kecil), dan seterusnya.
Semua petunjuk itu bisa membantu Anda
mengetahui apakah Anda merasa “nyaman” dengan pasangan Anda bukan hanya
karena merasa sangat tertarik kepadanya, namun juga karena Anda tumbuh
di samping wanita lain yang memiliki beberapa kesamaan sifat tersebut,
sehingga mendorong perasaan keakraban dengan pasangan Anda. Terkadang
Anda bisa menganggap keliru kenyamanan dan kecocokan dengan orang lain.
Ketika memacari seseorang yang mirip ibu Anda bisa menjadi hal baik...
Yah,
jika Anda sangat mengidolakan ibu Anda, maka mengencani seseorang yang
mirip dengannya kemungkinan berarti Anda mengidolakan kekasih Anda,
juga. “Tentu saja jika ibu Anda memiliki kualitas yang baik dan jika
Anda memilih seseorang yang juga memiliki kualitas yang baik, Anda akan
merespon baik hal itu,” kata Dr. Brann.
“Anda akan mengaguminya
untuk beberapa alasan yang sama ketika mengagumi ibu, dan Anda juga akan
menghargai kekasih Anda dengan cara yang sama.” Itu juga bisa menjadi
bentuk pujian termurni jika Anda mencintai seseorang karena dia
mengingatkan Anda hal-hal yang Anda juga cintai tentang ibu Anda.
“Kemiripan
memperkuat hubungan – semakin banyak kesamaan yang dimiliki pasangan,
semakin sedikit pertengkaran yang mereka hadapi. Dan ini tentu berguna
ketika bicara tentang kesamaan nilai, karena mereka memiliki pola
pemikiran dan keputusan yang kebanyakan sama dengan kita,” seperti
disarankan Karin Anderson, penulis buku “It Hasn’t Just Happened Yet”.
Sisi negatif memacari kekasih yang mirip Ibu Anda
Para
pakar berpendapat bahwa satu-satunya momen Anda harus khawatir mengenai
masalah tersebut adalah jika Anda dan ibu tidak memiliki hubungan baik
di masa lalu (atau masih memiliki hubungan yang tidak harmonis saat
ini).
“Sisi buruk utamanya yaitu Anda akan bereaksi kepada
pasangan Anda seperti Anda lakukan saat bersama ibu — contohnya, hal-hal
yang membuat Anda kesal pada ibu Anda akan terpicu lagi dengan reaksi
yang sama,” kata Dr. Brann.
“Contohnya: Jika kekasih Anda mulai
cerewet, Anda akan memberontak seperti yang Anda lakukan terhadap ibu
Anda... dan bahkan Anda mungkin memosisikan pacar Anda seolah-olah dia
berperan sebagai ibu Anda — yang akan membuat Anda bersikap
kekanak-kanakan atau mirip anak-anak saat berinteraksi dengannya.”
Di
sisi lain, jika kedua wanita tersebut memiliki kesamaan sifat negatif,
maka bisa muncul pertengkaran besar. “Jika ibu Anda suka mengatur dan
pacar Anda juga begitu, mereka akan saling menyadari perilaku tersebut
namun tidak menyadari sifat mereka sendiri. Kemudian, mereka akan
mengkritik orang lain karena terlalu mengatur,” ujar Dr. Brann
memperingatkan.
Tiga pertanyaan penting sebelum menjalin sebuah hubungan baru
Dalam
setiap hubungan percintaan, kedua belah pihak harus menyadari mengapa
mereka menjalin hubungan itu dan apa yang mereka harapkan dari pasangan
mereka. Tetapi untuk menghindari seseorang yang sarat dengan "masalah
tentang ibu", Dr. Anderson mengatakan bahwa akan sangat bijaksana untuk
bertanya pada diri sendiri tiga pertanyaan berikut:
1. Apakah
kita saling menghormati satu sama lain sebagai individu, atau apakah
saya berharap dia akan berubah (menjadi lebih atau kurang seperti ibu
saya sendiri)?
2. Apakah saya mungkin mencoba mendapatkan sesuatu
dari pacar saya (dukungan emosional, kepercayaan pada kemampuan saya,
dll) yang tidak saya dapatkan dari ibu saya sendiri?
3. Jika ayah
saya dominan atau tidak menghormati ibu saya, apakah saya akan
memperlakukan pacar saya seperti itu?Intinya adalah bahwa belum tentu
baik atau buruk bersama seseorang yang mirip dengan ibu Anda sendiri.
Bahkan, jika Anda berdua memiliki hubungan yang solid dan Anda mengagumi
pernikahan orangtua Anda, mencari seorang wanita yang memiliki sifat
yang sama dengan ibu mungkin adalah ide yang bagus.
Namun,
penting untuk diingat bahwa pacar Anda bukanlah ibu Anda, karena cinta
seharusnya adalah tentang dua orang yang membentuk hubungan yang bahagia
dan sehat bersama!
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking